Inilah Kenapa Aku Harus Menikah..

10.59 / Diposting oleh Laaaaaa / komentar (0)

 Sunyi sekali……..
Namun, hatiku tak sesunyi malam ini. Ada banyak bisikan, ada banyak harapan, dan ada banyak keluhan. Apa lagi yang dipikirkan oleh kebanyakan wanita berusia di atas dua puluh tahun kecuali menikah? Aku termasuk orang kebanyakan itu. Aku termasuk wanita di atas dua puluh tahun itu.
Aku ingin memiliki teman hidup yang sejati dan seutuhnya, Membagi suka dan duka, saling menyemangati, saling mengingatkan, dan tolong menolong dalam ketaatan dan kesabaran. Aku tidak ingin menikah  karena tuntutan umur, keluarga, memenuhi kebutuhan biologis, atau hanya sekedar membanggakan diri karena telah menjadi seorang permaisuri… Namun, aku hanya ingin menyempurnakan separuh agamaku secepatnya, sebelum tiba waktunya untuk kembali kepadaNya.
Jika seorang wanita sholat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, dan berbakti pada suaminya, maka dipersilahkan baginya untuk masuk pintu-pintu surga, dari mana saja yang ia kehendaki… Pesan Rasul inilah yang selalu terngiang dalam setiap malamku, ketika aku takut untuk memejamkan mata. Aku takut terpejam untuk selamanya, sedangkan aku belum memegang kunci surga itu. Aku takut karena begitu menggunung dosaku. Aku takut karena mungkin begitu banyak hak yang belum kupenuhi. Aku takut karena begitu sering aku lalai padaNya..
Mungkin aku berfikir tentang jalan pintas. Jalan pintas untuk memantaskan diriku menghadap penciptaku. Yaitu dengan menjadi abdi seorang suami. Menjadi baju baginya, dan menjadi sahabat terbaik dalam hidupnya… Hingga aku dapat mendapatkan kunci surga itu.
Aku tetap menjadi seorang putri bagi kedua orang tuaku. Aku tetap akan menjadi putri kesayangannya. Aku tetap berbakti kepada keduanya sebaik-baiknya. Aku tetap akan melayaninya selamanya. Dan aku akan mengorbankan pernikahan untuk kedua orang tuaku….Keputusan yang kupegang selama dua puluh tahun. Yang awalnya kuanggap terbenar dan terbaik bagiku. Di posisiku sebagai anak ke-2 dari dua bersaudara. Aku adalah anak perempuan dan kakakku laki-laki. Laki-laki pasti akan menikah dan aku sebagai anak perempuan akan mengurus kedua orang tuaku yang semakin menua dan lemah hingga akhir hidupku… Aku merasa cukup berbahagia dengan berbakti membahagiakan kedua orang tuaku hingga habis sisa umurku. Dan aku merasa cukup untuk meraih kasih sayang Rabku dengan birrul waalidain…
Akhirnya keputusan itu runtuh di usiaku yang ke-21. Saat aku berfikir akan arti kehidupan sesungguhnya. Ketika aku melihat teman-temanku yang berbahagia dengan pernikahannya. Dan ketika kumelihat orang tua yang tak punya siapa-siapa untuk mengurusnya. Terlantar, tertatih sorang diri. Tak ada suami, tak ada anak. Padahal seharusnya di usia senja seperti itu, ia duduk di singgasana seorang ratu yang anak-anaknyalah ajudannya .Dan ketika kuperhatikan sabda Rasul bahwa wanita itu atas tanggungan suaminya, bukan orang tuanya.
Teringat pula cerita ayahku di masa kecilku. Saat aku belum paham apa yang ingin diajarkannya melalui cerita itu. Bahwa seorang shahabiyah ditinggal berjihad oleh suaminya. Suaminya berpesan agar tidak meninggalkan rumah saat suaminya pergi berjihad. Maka sang istri dengan patuh memenuhi perintah suaminya. hingga suatu hari ayah shahabiyah ini mengutus seseorang untuk mengabarkan bahwa dirinya sedang sakit parah, maka tengoklah sebentar. Namun, dengan sopan kepada sang utusan ia menolak karena suaminya tidak mengizinkannya meninggalkan rumah. Kemudian di lain hari sang utusan mengabarkan lagi bahwa ayahnya telah meninggal, maka tengoklah untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan. Tapi sang shahabiyyah tetap menolak dengan lembut karena amanah suaminya. karena dianggap sikapnya keterlaluan, diadukanlah perihalnya kepada Rasulullah. Apa jawab rasul? Beruntunglah sang ayah karena memiliki seorang putri yang sholihah seperti dia, karena teguh memegang amanah suaminya. Maka surgalah bagi sang ayah karena telah berhasil mendidiknya. Akhirnya ayahku menutup ceritanya dengan berpesan padaku supaya  menjadi istri sholihah seperti shahabiyah tadi yang menolak mendatangi ayahnya yang sakit parah hingga ia meninggal dunia. Ayahku bilang  “Nak, jika nanti ayah sakit dan akan meninggal sedangkan keadaanmu seperti itu, maka taatlah pada suamimu. Karena ayah akan mendapatkan surga karenamu, putriku yang sholihah”. “ iya, Insyaalloh ayah”,, jawabku waktu itu yang seolah-olah mengerti. Ternyata aku butuh beberapa tahun untuk memahami nasehat itu.
Jika aku tidak menikah, cukupkah kebahagiaanku dengan melihat teman-temanku yang berbahagia dengan pernikahannya dan menceritakan betapa dirinya begitu diberkati mendapat suami terbaik baginya? Jika aku tidak menikah, siapa yang akan mengurusku ketika aku tua nanti seperti aku mengurus kedua orang tuaku? Jika aku tidak menikah apakah aku tidak akan menyesal meninggalkan kebaktianku yang seharusnya bertumpu pada seorang laki-laki yang bernama suami?
Kulihat betapa mudahnya seorang wanita yang berbakti kepada suaminya memperoleh syahadahnya. Kulihat betapa bahagianya seorang wanita yang bersahabat dekat dengan laki-laki (suaminya). Kubaca dalam sejarah bahwa orang-orang besar lahir dari seorang wanita yang luar biasa. Mereka para ulama’ dan sholihin tidak akan hadir di dunia ini tanpa seorang ibu yang sholihah. Kulihat bahwa orang-orang besar, pasti hadir seorang wanita luar biasa di belakangnya yang mendorong dan mendukungnya.
Aku bertanya pada hati nuraniku apakah aku tidak ingin seperti mereka? Para ibu yang terukir dalam sejarah karena telah melahirkan para pembesar Islam? Apakah aku akan menyia-nyiakan kesempatan untuk melahirkan dari rahimku seseorang yang akan meninggikan kalimat Alloh di bumi, pembesar Islam dan sholihin? Apakah aku tidak ingin menjadi seorang wanita tangguh di belakang laki-laki tangguh yang dihargai dan dihormati? Yang menjadi suplemen bagi suaminya, yang menjadi kekuatan bagi pangerannya, dan menjadi penyemangat setianya? Apakah aku akan menyia-nyiakan kesempatan ini?
Tidak…. Duhai Alloh,, aku akan mengambil kesempatan itu. Kesempatan untuk melahirkan pembesar – pembesar Islam. Kesempatan untuk menjadi kekuatan bagi seorang pangeran. Ya Alloh aku akan menyempurnakan separuh agama ini, dan dengan izinMu, inilah bentuk pengabidanku pada orang tuaku………..

Label:

Gerakkan Semangatmu ............!!!!!

09.11 / Diposting oleh Laaaaaa / komentar (0)

Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan (Robert F. Kennedy)
Setiap pria dan wanita sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka (Brian Tracy)
Percayalah pada keajaiban, tapi jangan tergantung padanya (H. Jackson Brown, Jr)
Rayulah aku, dan aku mungkin tak mempercayaimu. Kritiklah aku, dan mungkin aku tak menyukaimu. Acuhkan aku, dan aku mungkin tak memaafkanmu. Semangatilah aku, dan aku mungkin takkan melupakanmu (William Arthur)
Jika Anda membuat seseorang bahagia hari ini, Anda juga membuat dia berbahagia dua puluh tahun lagi, saat ia mengenang peristiwa itu (Sydney Smith)
Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abi Thalib)
Jangan segan untuk mengulurkan tangan Anda. Tetapi, jangan juga segan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada Anda (Pope John XXIII)
Alam memberi kita satu lidah, akan tetapi memberi kita dua telinga, agar kita mendengar dua kali lebih banyak daripada berbicara (La Rouchefoucauld)
Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu, musuhnya yang paling besar adalah prasangka, dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati (Caleb CC.)
Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang Anda peroleh (Mohandas Ghandi)
Kegagalan tidak diukur dari apa yang telah Anda raih, namun kegagalan yang telah Anda hadapi, dan keberanian yang membuat Anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi (Orison Swett Marden)
Dan bahwa setiap pengalaman mestilah dimasukkan ke dalam kehidupan, guna memperkaya kehidupan itu sendiri. Karena tiada kata akhir untuk belajar seperti juga tiada kata akhir untuk kehidupan (Annemarie S.)
Urusan kita dalam kehidupan bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi untuk melampaui diri sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini (Stuart B. Johnson)
Saya telah mempelajari kehidupan pria-pria besar dan wanita-wanita terkenal, dan saya menemukan bahwa mereka yang mencapai puncak keberhasilan adalah mereka yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ada di hadapan mereka dengan segenap tenaga, semangat dan kerja keras (Harry S. Truman)
Sebagian orang mengatakan kesempatan hanya datang satu kali, itu tidak benar. Kesempatan itu selalu datang, tetapi Anda harus siap menanggapinya (Louis L’amour)
Kegagalan dapat dibagi menjadi dua sebab. Yakni orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir (W.A. Nance)
Kebahagiaan tertinggi dalam kehidupan adalah kepastian bahwa Anda dicintai apa adanya, atau lebih tepatnya dicintai walaupun Anda seperti diri Anda adanya (Victor Hugo)
Jika kita memulainya dengan kepastian, kita akan berakhir dalam keraguan, tetapi jika kita memulainya dengan keraguan, dan bersabar menghadapinya, kita akan berakhir dalam kepastian (Francis Bacon)
Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan, jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan, tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran (James Thurber)
Orang-orang menjadi begitu luar biasa ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Saat mereka percaya pada diri mereka sendiri, mereka memiliki rahasia kesuksesan yang pertama (Norman Vincent Peale)
Kebahagiaan akan tumbuh berkembang manakala Anda membantu orang lain. Namun bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami tiap hari dengan sikap dan tindakan memberi (J. Donald Walters)
Sedikit sekali orang yang memiliki hartanya sendiri. Hartalah yang memiliki mereka (Robert G. Ingersoll)
Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah nyanyian, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah (Bhagawan Sri Sthya Sai Baba)
Orang yang bahagia bukanlah pada lingkungan tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu (Hugh Downs)
Jangan takut untuk mengambil satu langkah besar bila memang itu diperlukan. Anda tak akan bisa melompati jurang dengan dua lompatan kecil (David Lloyd George)
Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan (General Collin Power)
Kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, orang lain mengukur kita dengan mengukur dari adap yang telah kita lakukan (Henry Wadsworth Longfellow)
Pengalaman bukan apa yang terjadi pada Anda, melainkan apa yang Anda lakukan atas apa yang terjadi pada Anda (Aldous Huxley)
Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak, dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi (Jawaharlal Nehru)
Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan (Confusius)
Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia hari ini (Samuel Taylor Colleridge)
Amatlah sedikit yang diperlukan untuk membuat suatu kehidupan yang membahagiakan, semuanya ada di dalam diri Anda, yaitu di dalam cara berpikir dan bersikap (Fred Corbett)
Kesalahan terbesar yang dibuat manusia dalam kehidupannya adalah terus-menerus merasa takut bahwa mereka akan melakukan kesalahan (Elbert Hubbad)
Kebanggan kita yang terbesar bukan karena tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kita jatuh (Confusius)
Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan, dan saya percaya pada diri saya sendiri (Muhammad Ali)
Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan, saat mereka menyerah (Thomas Alfa Edison)
Semua orang tidak perlu malu karena berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana dari sebelumnya (Alexander Pope)
Kita berdoa jika kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan rezeki melimpah (Khalil Gibran)
Bagian terbaik dari seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain (William Wordsworth)
Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan dilempari dengan batu, tapi membalas dengan buah (Abu Bakar Sibli)
Apabila kamu tidak bisa berbuat kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, maka berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik (Nabi Muhammad Saw.)
Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih (Lao Tse)
Kaca, porselen, dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa bekas yang nampak (Benjamin Franklin)
Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain (Thomas Hardy)
Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putusnya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menentramkan amarah dan gelombang itu (Marcus Aurelius)
Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya. Tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walau bagaimana pun besarnya (Jalinus At Thabib)
Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika semua orang mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan (Sir Francis Bacon)
Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusukan dan pengkhianatan (Johan Wolfgang Goethe)
Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali nampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah melakukannya dengan baik (Evelyn Underhill)
Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh (Andrew Jackson)
Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita menyesali apa yang belum kita capai (Schopenhauer)
Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak (Aldus Huxley)
Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi (Ernest Newman)
Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri (Martin Vanbee)
Dalam masalah hati nurani, pikiran pertama lah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang terbaik (Robert Hall)
Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tidak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu (William Feather)
Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan yang sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya ketika ia marah (Nabi Muhammad Saw.)
Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berfikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berfikir seperti komputer (Sydney Harris)
Orang-orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dengan cara yang berbeda (Dale Carnegie)
Hati yang penuh syukur bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan induk dari segala kebajikan yang lain (Cicero)
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu (Benjamin Franklin)
Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain adalah ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan-kepentingan yang lebih besar (La Roucefoucauld)
Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan (Nabi Muhammad Saw.)
Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari, dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri (Mary Mc Carthy)
Kerendahan hati menuntun pada kekuatan, bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri (John McCLoy)
Apapun tugas hidup kita, lakukanlah dengan baik. Seseorang semestinya melakukan pekerjaannya sedemikian baik sehingga mereka yang masih hidup, yang sudah mati dan yang belum lahir tidak mampu melakukannya lebih baik lagi (Marthin Luther King)
Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri (Bung Karno)
Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua : mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan tapi tak pernah memikirkannya (John Charles Salak)
Kegagalan adalah sesuatu yang bisa kita hindari dengan tidak mengatakan apa-apa, tidak melakukan apa-apa dan tidak menjadi apa-apa (Denis Waitley)
Persahabatan adalah hal tersulit untuk dijelaskan di dunia ini. Dan, itu bukan soal yang Anda pelajari di sekolah. Tetapi, bila Anda tidak pernah belajar makna persahabatan, Anda benar-benar tidak belajar apa pun (Muhammad Ali)
Kebaikan hati adalah ketidakmampuan untuk tetap tenteram jika ada orang lain yang merasa gelisah, ketidakmampuan merasa nyaman jika ada orang merasa tidak nyaman, ketidakmampuan untuk tetap berperasaan enak apabila seorang tetangga sedang gundah (Samuel H. Holdenson)
Maafkanlah musuh-musuh Anda, tapi jangan pernah melupakan nama-namanya (John F. Kennedy)
Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk orang lain bukanlah membagikan kekayaan Anda, tetapi membantu ia untuk memiliki kekayaannya sendiri (Benjamin Disraeli)
Ada dua macam manusia di dunia ini : mereka yang mencari alasan dan mereka yang mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai, dan orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya dapat terselesaikan (Alan Cohen)
Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau cintai (Imam Ali RA)
Sebuah tong yang penuh dengan pengetahuan belum tentu sama nilainya dengan setetes budi (Phytagoras)
Bila rahasia sebuah atom dari atom-atom tersingkap, rahasia segala benda ciptaan, baik lahir maupun batin akan tersingkap, dan kau takkan melihat pada dunia ini atau dunia yang akan datang kecuali Tuhan (Syaikh Ahmad Al-Alawi)
Lebih baik menjaga mulut Anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap Anda bodoh, daripada membuka mulut Anda dan menegaskan semua anggapan mereka (Mark Twain)
Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Ghandi)
Hal terindah yang dapat kita alami adalah misteri. Misteri adalah sumber semua seni sejati dan semua ilmu pengetahuan (Albert Einstein)
Orang-orang yang melontarkan kritik bagi kita pada hakikatnya adalah pengawal jiwa kita, yang bekerja tanpa bayaran (Corni Ten Boom)
Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tapi kita kehilangan semangat (Abraham Lincoln)
Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata “Ibu”, dan panggilan yang paling indah adalah “ibuku”. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. (Kahlil Gibran)
Sahabatmu adalah kebutuhan jiwamu yang terpenuhi. Dialah ladang hatimu, yang dengan kasih kau taburi dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih. Kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan, dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian. Janganlah ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa (Kahlil Gibran)
Seorang pecundang tak tahu apa yang dilakukannya bila kalah, tapi sesumbar apa yang dilakukannya bila menang. Sedangkan pemenang tak berbicara apa yang akan dilakukannya bila ia menang, tetapi tahu apa yang dilakukannya bila ia kalah (Eric Berne)
Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara. Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar. Mengapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Hersey Richards)
Pandanglah hari ini, kemarin sudah jadi mimpi. Dan esok hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok adalah visi harapan (Alexander Pope)
Jadikan deritaku sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuatan Yang Maha Esa (Bung Karno)
Ia akan datang, dan pergi. Seorang penguasa, pengemis atau pertapa – setiap orang yang lahir pasti mati. Menghembuskan nafas terakhir di atas tahta, atau diseret ke dalam kubur dengan tangan dan kaki terikat, apa bedanya? (Kabir)
Satu-satunya yang harus kita takuti adalah ketakutan itu sendiri (Franklin D. Rosevelt)
Saya melihat seorang pemecah batu sedang memukul sebongkah batu padas sampai seratus kali tanpa kelihatan retak sedikit pun. Tapi, pada pukulan ke seratus satu kali, batu itu pecah menjadi dua. Saya tahu bahwa bukan pukulan terakhir itu yang membelah batu, tapi semua pukulan yang sudah dilakukan sebelumnya (Jacob Riis)
Jika Anda membiarkan sesuatu yang kecil berlalu, Anda akan menemukan kedamaian yang kecil juga. Jika Anda membiarkan lebih banyak hal berlalu, Anda akan meraih lebih banyak kedamaian. Jika Anda benar-benar membiarkan seluruhnya berlalu, Anda akan mendapatkan seluruh kedamaian (Ajahn Chah)
Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan. (J. Sidlow Baxter)
Musisi harus menciptakan musik. Pelukis harus menggoreskan lukisannya. Penyair harus menulis sajaknya. Mereka harus melakukannya agar mencapai puncak kedamaian dalam diri mereka sendiri. Seseorang harus menjadi apa yang mereka bisa jadi (Abraham Maslow)
Meski Anda menyembunyikan pikiran buruk dalam hati Anda, tetap akan terpancar kekuatan kelam. Pikiran cinta, meskipun tak mengucapkannya, maka dunia pun akan terasa lebih terang (Ella Wheeler Wilcox)
Kadang-kadang anda dapat mengatasi sebuah situasi sulit hanya dengan bersedia memahami orang lain. Sering yang paling dibutuhkan oleh seseorang adalah mengetahui bahwa ada seorang lain yang peduli tentang bagaimana perasaannya dan berusaha memahami posisi mereka (Brian Tracy)
Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan kerjakan tiga hari kemudian (Abdullah Ibnu Mubarak)
Kesempatan Anda untuk sukses di setiap kondisi selalu dapat diukur oleh seberapa besar kepercayaan Anda pada diri sendiri (Robert Collier)
Saya tak pernah menjumpai seseorang yang menderita karena terlalu banyak bekerja. Lebih banyak orang menderita karena terlalu banyak ambisi tetapi tak cukup berusaha (Dr. James Mantague)
Nilai manusia, bukan bagaiman ia mati, melainkan bagaimana ia hidup. Bukan apa yang telah ia perolah, melainkan apa yang telah ia berikan. Bukan apa pangkatnya, melainkan apa yang telah diperbuat dengan tugas yang diberikan Tuha kepadanya (Ministry)
Perhatikan perbedaan antara apa yang terjadi bila seseorang berkata, “Saya telah gagal tiga kali”, dan apa yang terjadi bila ia berkata, “Saya orang yang gagal”. (S. I. Hayakawa)
Saat berbicara mode, berenanglah mengikuti arus. Saat berbicara prinsip, tegarlah seperti batu karang (Thomas Jefferson)
Ada dua cara untuk menjalani hidup ini dengan mudah, percaya pada segala sesuatu atau meragukan segala sesuatu. Kedua cara tersebut membebaskan kita dari berfikir (Theodore Rubin)
Hidup dengan melakukan kesalahan akan tampak lebih terhormat daripada selalu benar karena tidak melakukan apa-apa (George Bernard Shaw)
Kegagalan adalah satu-satunya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik (Henry Ford)
Apapun fakta yang ada di depan kita tidak lebih penting dari sikap kita dalam menghadapinya, karena itulah yang menentukan keberhasilan atau kegagalan kita (Norman Vincent Peale)
Anda adalah produk dari lingkungan Anda. Maka, pilihlah lingkungan terbaik bagi pengembangan Anda menuju tujuan-tujuan Anda. Analisalah hidup Anda melalui lingkaran Anda. Apakah hal-hal di sekitar Anda membatu Anda menuju sukses atau malah menahan Anda? (W. Clement Stone)
Kita harus saling memaafkan dan kemudian melupakan apa yang telah kita maafkan (Andrew Jackson)
Kebencian atau dendam tidak menyakiti orang yang tidak Anda sukai. Tetapi setiap hari dan setiap malam dalam kehidupan Anda, perasaan itu menggerogoti Anda (Norman Vincent Peale)
Jangan pernah berpisah tanpa ungkapan kasih sayang untuk dikenang. Mungkin saja perpisahan itu ternyata untuk selamanya (Jean Paul Reatcher)
Maut bukanlah kehilangan terbesar dalam hidup. Kehilangan terbesar adalah apa yang mati dalam sanubari sementara kita masih hidup (Norman Cousins)
Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain (Confusius)
Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang kali. Dengan demikian, kecemerlangan bukan tindakan, tetapi kebiasaan (Aristoteles)
Seorang pemimpin adalah orang yang melihat lebih banyak dari pada yang dilihat orang lain, melihat lebih jauh dari pada yang dilihat orang lain, dan melihat sebelum orang lain melihat (Leroy Eims)
Jangan biarkan orang lain mempengaruhi ide dan keputusan Anda. Dalam lima tahun ke depan, Anda lah – bukan mereka – yang harus hidup dengan pilihan yang Anda buat (Sarah Brklacich)
Bukalah mata sewaktu berjalan, karena bisa saja Anda akan bertemu kesempatan. Adapun kesempatan itu sendiri buta. Peganglah erat-erat, karena kesempatan datang dan pergi tanpa memberitahu (Anonim)
Sifat cinta sama seperti sifat air dan tanah. Apabila Anda tidak cukup menggali, yang Anda peroleh adalah air yang keruh. Apabila Anda cukup menggali, yang Anda peroleh adalah air yang bersih dan jernih (Hazrat Inayat Khan)
Tak ada rahasia untuk menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan (Gen Collin Powel)
Kita datang ke dunia ini sendiri, dan sendiri pula kita meninggalkannya. Di antara pintu masuk dan pintu keluar, kita menghabiskan waktu lain untuk mencari persahabatan (E. M. Dooling)
Mereka yang tidak bisa memaafkan orang lain menghancurkan jembatan yang akan dilewatinya (Confusius)
Tuhan menganugerahi Anda wajah, tapi kita harus memberikannya ekspresi (Anonim)
Manusia tidak dirancang untuk gagal, tapi manusia-lah yang gagal untuk merancang (William J. Siegel)
Hati Anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka hati, bahkan bila hati itu sekeras batu (Hazrat Inayat Khan)

Label: , ,

Mimpi Seorang Santriwati

11.23 / Diposting oleh Laaaaaa / komentar (2)

Aku adalah anak ke-dua dari dua bersaudara. Ibu dan ayah ingin kedua anaknya sekolah di pondok pesantren. Harapan mereka hanyalah supaya anak-anaknya dapat mendoakan ketika mereka telah tiada. Dengan sedikit bujuk rayu dari ayah dan ibu, kakakku masuk pondok saat aku masuk kelas dua SD.

Sesekali waktu, aku diajak ibu ke pondok kakak. Melihat suasana pondok yang begitu menyenangkan dan damai membuatku menetapkan suatu keputusan besar dalam hidupku. " aku harus masuk pondok seperti kakak". Tamat SD, aku langsung meminta ayah untuk mendaftrakan namaku di Pondok yang sama dengan kakak.

Tahun 2002 adalah masa paceklik bagi keluarga kami. Dan di tahun itulah aku masuk pondok pesantren. Walaupun dana untuk masuk pondok pesantren tidak terlampau mahal, namun bagi keluarga kami saat itu, sangat berat. Jauh-jauh hari sebelum hari pendaftaran, ayah telah menyiapkan rencana untuk mendapatkan uang buat registrasi dan kebutuhan lain. TV kecil ukuran 14 in, pemberian paman dari Surabaya, masuk dalam list barang yang akan dijual. Berugak ruang tamu ke-dua depan rumah, yang tidak pernah alpha disinggahi tamu setiap hari, juga masuk dalam list ayah. Begitu juga ikan gurami, nila dan kiper penghias pemandangan kolam harus ayah masukkan dalam listnya.


berugak



kolam ikan






Sekitar satu minggu sebelum pendaftaran, pagi hari ayah memeriksa ikan di kolam yang akan dijual, tanpa diduga, kolam ikan itu kosong dan hanya ikan-ikan kecil dan satu dua ekor ikan saja yang tersisa. " Innalillah ikannya dicuri orang," ayah hanya bisa bersabar. Masih ada TV dan berugak, semoga cukup. H-2 pendaftaran, entah tipu muslihat apa yang direncanakan lagi, kali ini, tengah malam sekitar jam 2 dini hari, TV satu-satunya di rumah kami hilang pula dibawa maling. Ayah yang terbangun mendengar suara pintu langsung berlari mengejar maling yang membawa TV, namun hasilnya juga nihil. Lagi-lagi kami hanya bisa bersabar. Sekarang harapan ayah satu-satunya adalah berugak. Hari itu juga kabar baik  bahwa berugak akan dibeli oleh seseorang melegakan perasaan ayah. Namun, H-1 orang yang telah menyanggupi akan membeli berugak itu tiba-tiba membatalkan secara sepihak.

Aku, berdiri di balik pintu kamarku mendengar kesusahan dan kepayahan ayah mencari uang hanya sekedar untuk mendaftarkan anak terakhirnya ke pondok pesantren. Walaupun niatku bulat untuk masuk pondok pesantren, namun jika sampai nanti malam tak ada uang, mau bagaimana lagi, ayah sudah berusaha mencari pinjaman juga tak berhasil. Aku berterusterang pada ibu kalo aku ndak jadi mau masuk pondok, " Inaq, mungkin kali ini Alloh tidak mengizinkanku masuk pondok, biar kuterima saja tawaran guruku untuk masuk SMA2 dengan biaya pendaftaran darinya". Dengan derai air mata yang ditahan-tahan, ibuku meyakinkan bahwa aku pasti bisa masuk pondok.

Malam hari, tetangga yang rumahnya agak jauh dari rumahku menawarkan ayah pinjaman untuk hanya sekedar mendaftar saja, tapi dia minta maaf sebelumnya karena uang yang akan dipinjamkan kepada ayahku dalam bentuk uang logam, dan ndak ada uang kertas. Dengan penuh syukur ayah menerima pinjaman itu. Malam itu, suara uang logam yang ditata dalam kantong-kantong plastik mengisi malam yang sunyi di rumahku, menggantikan suara TV.

Pagi harinya, kami berangkat menuju pondok untuk mendaftar. Dengan sedikit malu-malu, ibu mengeluarkan beberapa kantong uang logam. Sementara ibu-ibu di sebelah ibuku, mengeluarkan uang dari dompet mereka lembaran-lembaran biru dan merah. Hari itu, aku bertekad, bahwa ibu tidak akan malu lagi kelak seperti ini..
Gara-gara aku, ayah harus memeras keringat dan otak untuk mendaftarkanku di sini. Gara-gara aku, ibu harus menahan air mata membayar uang pendaftaran dengan beberapa kantong uang logam...

' Pondok, aku tidak akan menyerah... '
Tekadku sudah bulat, dan walaupun hampir jatuh di ujung tombak, aku tetap bisa berdiri di sini, di pondok pesantren ini....

Saat semua teman-teman baruku menangis di tinggal orang tua mereka, tak satupun air mata kuteteskan karena ayah dan ibu meninggalkanku.. Namun, saat kakak-kakak kelas menyebut nama kakakku, tiba-tiba tenggorokanku terasa tercekik, dan air mataku meleleh begitu saja,. Kakakku yang memulai langkah di pondok ini, tanpa seorangpun yang ia kenal sebelumnya, tanpa bantuan siapapun, kakak bisa eksis di pondok ini. Walaupun dengan jatah uang saku dari ayah yang sangat minim, kakak tetap di sini. Bahkan sekarang, namanya tersohor sebagai santri yang jenius, tak seorangpun yang tak mengenal kakakku.. di kelas, tak jarang ustadz-ustadz senior membanggakan nama kakakku..

Aku tidak menangis karena ayah ataupun ibu, karena mereka telah percaya padaku, namun aku menangis jika teringat kakakku. Bagaimana dia mengawali langkahnya seorang diri?, bagaimana perjuangannya mengangkat namanya? bagaimana ia bersabar menerima hantaman dari teman-temannya?

Aku, juga punya mimpi kakak. Aku punya impian seperti kakak. Aku tidak mau dikenal karena nama kakak. Aku ingin membangun namaku sendiri. Aku akan berdiri di atas kakiku sendiri...
Dan mulai saat ini, perjuangan kumulai...
Di pondok ini, aku merangkai mimpi-mimpi...
Di bawah naungan musholla ini aku menggantung harap pada Ilahi...





Label:

Cerita untuk ayah

09.36 / Diposting oleh Laaaaaa / komentar (2)

Ayah, aku mendapat kesempatan lagi untuk menjelajahi sebagian kecil dari bekas perjalananmu di tanah air. Kali ini aku berjalan ke sebuah tempat yang sangat indah di pegunungan pulau jawa, tepatnya Sarangan, Magetan Jawa Timur. Kemudian aku melanjutkan perjalananku ke Tawangmangu Jawa Tengah.
Tapak tapak kakiku telah tergores di tanah itu, aku ingin ayah juga bersamaku waktu itu, menjelaskan tanaman apa saja yang aku lihat, bagaimana tanaman itu tumbuh, dan mengapa ditanam demikian. Ayah telah lebih dulu tau daripada aku, dan ayah lebih banyak tau medan ini.
Di Sarangan, aku melihat telaga yang dinamakan “Telogo Pasir”, aku sempat naik speedboat mengelilingi telaga itu. Di ujung, terlihat pulau kecil tak berpenghuni. Di waktu subuh, air telaga itu sangat tenang, namun bila speedboat telah berjalan, air telaga itu sedikit demi sedikit mulai berombak, dan semakin lama ombaknya semakin besar. Telaga ini adalah peninggalan orang-orang terdahulu bentuk persaudaraan orang Jerman yang pernah tinggal di sarangan pada tahun-tahun sulit dengan masyarakat Indonesia.

Sore itu, aku dan seorang temanku berkeliling di pasar sekitar telaga, pasar ini unik sekali. Bermacam-macam dagangan seperti baju, selendang, jaket, slayer dan sebagainya dijajakkan, namun yang berbeda adalah, sayuran dan rempah-rempah banyak juga dijajakkan di pasar itu, aku banyak melihat tomat segar dan besar-besar, andai ayah dekat, aku akan membelikan tomat yang banyak untuk ayah, dan membelikan sayur mayur serta bumbu dapur untuk ibu.. 

Pagi harinya, aku berjalan menelusuri pegunungan mendaki  menuju air terjun Tawangmangu. Dari kaca mobil, aku melihat betapa alam Indonesia ini sangat indah, dengan sawah sawah yang bersusun, jalan meliuk-liuk melinatasi gunung, naik dan turun, berbagai tanaman yang hijau dan segar, dan udara yang sangat sejuk. Suatu hari, aku ingin menikmati pemandangan ini dengan ayah dan ibu. Sesampai di Tawangmangu, aku menuruni 1250 anak tangga untuk mencapai air terjun. Aku melewati hutan belantara yang penuh dengan pepohonan, aku jadi ingat cerita ayah yang menyebrangi hutan sambil memakan semua jenis tanaman hutan, jika enak ayah telan, dan jika pahit, ayah muntahkan.

Masyaalloh…Air terjun ini sangat indah, airnya jatuh dari tempat yang sangat tinggi, dan akar akar pohon  di atas gunung ini terlihat merembeskan air dan terkumpul menjadi beberapa anak sungai yang mengalir menuju muara air terjun. Air yang sangat jernih dan dingin. Aku menaiki batu-batu besar dan beberapa batu yang licin karena terendam air menuju muara air terjun. Percikan-percikan lembut  air terjun  yang jatuh menimpa batu-batu besar itu mengenai wajahku, tersa segaar sekali..
Aku menatap ke atas, ku edarkan pandanganku menuju air terjun dan sekitarnya, aku sangat bersyukur  kepada Alloh karena diberi kesempatan menikmati keindahan alam ini, yang tidak semua orang diberi kesempatan yang sama denganku,. Aku teringat engkau wahai ayah, ayah tidak akan dapat menikmati keindahan air terjun ini dari dekat saat ini, karena keadaan kaki ayah yang sakit, ayah tidak akan mampu melewati ribuan tangga itu… namun jika Alloh berkehendak, tiada yang tidak mungkin bagiNya.
Setelah bertafakkur  dan merasa cukup di sini, aku harus menaiki 1250 anak tangga menuju tempat keluar. Ini sangat melelahkan ayah, aku mendapat pelajaran berharga dari tangga-tangga ini. Betapa kenikmatan itu harus dibayar mahal. Keindahan air terjun yang telah kunikmati, harus kubayar dengan menaiki ribuan anak tangga ini..dan begitulah hidup yang selama ini ayah ajarkan padaku..
Terimaksih ayah dan ibu…

Label: